Selasa, 13 Januari 2015

Peran Pendidikan Karakter Dalam Melengkapi Kepribadian

Peran Pendidikan Karakter Dalam Melengkapi Kepribadian

“Banyak orang tahu apa yang baik, berbicara mengenai kebaikan namun melakukan yang sebaliknya”

Pada awalnya, manusia itu lahir hanya membawa “personality” atau kepribadian. Secara umum kepribadian manusia ada 4 macam dan ada banyak sekali teori yang menggunakan istilah yang berbeda bahkan ada yang menggunakan warna, tetapi polanya tetap sama. Secara umum kepribadian ada 4, yaitu :
1. Koleris : tipe ini bercirikan pribadi yang suka kemandirian, tegas, berapi-api, suka tantangan, bos atas dirinya sendiri.
2. Sanguinis : tipe ini bercirikan suka dengan hal praktis, happy dan ceria selalu, suka kejutan, suka sekali dengan kegiatan social dan bersenang-senang.
3. Phlegmatis :  tipe ini bercirikan suka bekerjasama, menghindari konflik, tidak suka perubahan mendadak, teman bicara yang enak, menyukai hal yang pasti.
4. Melankolis : tipe ini bercirikan suka dengan hal detil, menyimpan kemarahan, Perfection, suka instruksi yang jelas, kegiatan rutin sangat disukai.
Di atas ini adalah teori yang klasik dan sekarang teori ini banyak sekali berkembang, dan masih banyak digunakan sebagai alat tes sampai pengukuran potensi manusia.

Kepribadian bukanlah karakter. Setiap orang punya kepribadian yang berbeda-beda. Nah dari ke 4 kepribadian tersebut, masing-masing kepribadian tersebut memiliki kelemahan dan keunggulan masing-masing. Misalnya tipe koleris identik dengan orang yang berbicara “kasar” dan terkadang tidak peduli, sanguin pribadi yang sering susah diajak untuk serius, phlegmatis sering kali susah diajak melangkah yang pasti dan terkesan pasif, melankolis terjebak dengan dilemma pribadi “iya” dimulut dan “tidak” dihati, serta cenderung perfectionis dalam detil kehidupan serta inilah yang terkadang membuat orang lain cukup kerepotan.
Tiap manusia tidak bisa memilih kepribadiannya, kepribadian sudah hadiah dari Tuhan sang pencipta saat manusia dilahirkan. Dan setiap orang yang memiliki kepribadian pasti ada kelemahannya dan kelebihannya di aspek kehidupan social dan masing-masing pribadi.  Mudah ya, penjelasan ini.
Nah, karakter nya dimana? Saat tiap manusia belajar untuk mengatasi kelemahannya dan memperbaiki kelemahannya dan memunculkan kebiasaan positif yang baru maka inilah yang disebut dengan karakter. Misalnya, seorang koleris murni tetapi sangat santun dalam menyampaikan pendapat dan instruksi kepada sesamanya, seorang yang sanguin mampu membawa dirinya untuk bersikap serius dalam situasi yang membutuhkan ketenangan dan perhatian fokus. Itulah Karakter. Pendidikan Karakter adalah pemberian pandangan mengenai berbagai jenis nilai hidup, seperti kejujuran, kecerdasan, kepedulian dan lain-lainnya. Dan itu adalah pilihan dari masing-masing individu yang perlu dikembangkan dan perlu di bina, sejak usia dini (idealnya).

Karakter tidak bisa diwariskan, karakter tidak bisa dibeli dan karakter tidak bisa ditukar. Karakter harus DIBANGUN dan DIKEMBANGKAN secara sadar hari demi hari dengan melalui suatu PROSES yang tidak instan. Karakter bukanlah sesuatu bawaan sejak lahir yang tidak dapat diubah lagi seperti sidik jari.
Banyak saya perhatikan bahwa orang-orang dengan karakter buruk cenderung mempersalahkan keadaan mereka. Mereka sering menyatakan bahwa cara mereka dibesarkan yang salah, kesulitan keuangan, perlakuan orang lain atau kondisi lainnya yang menjadikan mereka seperti sekarang ini. Memang benar bahwa dalam kehidupan, kita harus menghadapi banyak hal di luar kendali kita, namun karakter Anda tidaklah demikian. Karakter Anda selalu merupakan hasil pilihan Anda.
Ketahuilah bahwa Anda mempunyai potensi untuk menjadi seorang pribadi yang berkarakter, upayakanlah itu. Karakter, lebih dari apapun dan akan menjadikan Anda seorang pribadi yang memiliki nilai tambah. Karakter akan melindungi segala sesuatu yang Anda hargai dalam kehidupan ini.
Setiap orang bertanggung jawab atas karakternya. Anda memiliki KONTROL PENUH atas karakter Anda, artinya Anda tidak dapat menyalahkan orang lain atas karakter Anda yang buruk karena Anda yang bertanggung jawab penuh. Mengembangkan karakter adalah TANGGUNG JAWAB pribadi Anda.

sumber : pendidikankarakter.com

Tips Untuk Memilih Jurusan Kuliah

Saat kuliah di luar negeri, kamu akan mempelajari satu bidang selama tiga atau empat tahun setidaknya. Maka dari itu, pilihlah jurusan yang tepat untuk kita agar tidak jenuh di tengah kesibukan kuliah kita dan tidak menyesali keputusan kita untuk keluar negeri. Namun, ada banyak sekali jurusan yang ditawarkan di luar negeri, dan keputusan ini bisa menjadi sangat membingungkan. Ikuti tips tips berikut untuk memilih jurusan yang tepat untuk kamu!

  1. Evaluasi diri
Mulailah dengan mengevaluasi hobi, prestasi dan sifat kamu untuk mengerti bidang manakah yang cocok untuk kamu. Mungkin kamu seseorang yang bertalenta di bidang musik atau seni lukis, kamu dapat mempertimbangkan untuk memilih jurusan di bidang arts. Atau apabila kamu sering berpartisipasi dalam olimpiade matematika dan sains, mungkin ilmu pengetahuan yang lebih teknik lebih cocok untuk kamu. Kegiatan apakah yang kamu suka lakukan pada waktu luangmu? Biasanya hobi kamu juga akan mencerminkan ketertarikan dan talenta kamu, lho! Pilihlah jurusan yang benar-benar kamu suka agar pengalaman kuliah kamu bisa maksimal.
  1. Bertanya kepada orang-orang disekitar kamu
Apabila kamu masih bingung, sebuah langkah yang dapat kamu coba adalah untuk bertanya kepada orang tua, sahabat, guru atau pembimbing sekolah. Orang-orang disekitar kamu dapat mempunyai pendapat yang lebih tepat tentang lapangan yang cocok untuk kepribradian dan kemampuan kamu. Mencari opini kedua (atau ketiga) nggak ada salahnya, kan?
  1. Lakukan riset tentang jurusan yang kamu pertimbangkan
Sebaiknya, lakukanlah riset mendalam tentang jurusan yang kamu minati. Peluang karir apakah yang dapat kamu raih dengan gelar dari jurusan tersebut? Kamu juga harus mempertimbangkan tentang pekerjaan yang nantinya akan kamu lakukan apabila terjun ke dalam bidang tersebut, dan pertimbangkanlah hingga kamu yakin bahwa kamu benar tertarik disitu.
  1. Lakukan aptitude test
Aptitude test atau tes bakat dapat membantu kamu yang kurang yakin tentang bakat dan kemampuan kamu. Ada banyak fasilitas tes bakat yang dapat kamu lakukan di Indonesia, ada juga tes dari situs online. Namun, berhati-hatilah untuk tidak menuruti hasil yang kamu dapat tanpa berpikir lebih lanjut agar tidak memilih langkah yang salah.
  1. Bertanya kepada mahasiswa fakultas yang kamu minati
Apabila kamu tidak yakin tentang jurusan yang kamu suka, kamu bisa menghubungi alumni atau mahasiswa yang sedang mempelajari hal tersebut. Kamu dapat bertanya tentang hal-hal spesifik yang dipelajari, pengalaman mereka dalam mengerjakan tugas dan poin pro dan kontra dari jurusan tersebut.
  1. Masuk ke universitas dengan jurusan undecided
Tahu nggak kalau banyak universitas yang memperbolehkan mahasiswa untuk memulai kuliah tanpa memilih jurusan? Pada umumnya ini lebih sering ditemukan di institusi Amerika, kamu dapat memilih kelas-kelas individual dahulu sebelum memilih jurusan pada tahun kedua.
  1. Pertimbangkan opsi double major atau major/minor
Bingung memilih antara dua jurusan yang menarik? Apa bila universitas kamu mengadakan program double major, kamu bisa sekaligus belajar dua-duanya dan lulus dengan dua gelar. Walaupun pilihan ini akan sangat sibuk, tentunya lulus dengan dua gelar terdengar seperti pilihan yang menarik, bukan? Kamu juga bisa memilih program major/minor dimana kamu memilih satu jurusan utama, dan mengambil kelas minor dari jurusan lain. Namun, banyak universitas yang hanya memperbolehkan kamu memilih dua jurusan yang masih berhubungan.

SUMBER : HOTCOURSES.CO.ID

Tips Ampuh Menjadi Siswa Berprestasi

Menjadi siswa berprestasi  yang bagus di sekolah, kadang-kadang menjadi  hal  yang rumit untuk diwujudkan bagi sebagian siswa. Namun sebagian lagi tidak ambil pusing dengan hal ini. Yang penting dapat menjalani proses pembelajaran sebagaimana mestinya setiap hari.
Apa tolok ukur siswa berprestasi? Tidak ada formulasi yang baku tentang hal ini. Siswa dikatakan berprestasi di sekolah apabila memperoleh hasil belajar yang sangat memuaskan. Benar! Tapi sangat memuaskan bagaimana? Ada juga yang mengelompokkan siswa berprestasi itu mampu meraih peringkat 10 besar. Ada pula yang mengatakan berprestasi itu sampai peringkat 3 besar. Atau bila siswa mampu meraih juara 1.  Semuanya benar!
Biasanya, siswa yang meraih juara 1 sampai 3 saat menerima rapor akan diumumkan oleh guru dan tampil ke depan siswa lainnya. Ada juga saat menerima rapor bersama orang tua sehingga siswa berprestasi tersebut tampil di podium bersama orang tuanya. Ini pastilah sangat membahagiakan siswa dan orang tuanya.
Bagi sobat yang pengin menjadi siswa berprestasi atau orang tua yang pengin anaknya berprestasi di sekolah, berikut ini dikemukakan tipsnya:
1.Membagi waktu dengan baik.
Seorang siswa harus bisa membagi waktunya dengan baik agar berprestasi di sekolah. Bisa membagi waktu antara belajar, bermain, membantu orang tua, istirahat, termasuk main facebook-an, twiter-an atau blogging bagi yang sudah terlanjur hobi berselancar di dunia maya.
2.Meminati semua mata pelajaran.
Kurang menyukai satu atau beberapa mata pelajaran di sekolah merupakan suatu kerugian bagi siswa yang ingin berprestasi. Mengapa? Otomatis nilai pada mata pelajaran ini juga kurang memuaskan sehingga mempengaruhi jumlah nilai semua mata pelajaran. Oleh sebab itu, sukai dan pelajari dengan sungguh-sungguh semua mata pelajaran. Jika ada mata pelajaran tertentu yang memang kurang disukai pelajari juga bagaimana meminati mata pelajaran tertentu.
3.Menunjukkan sikap dan prilaku baik.
Guru lebih cenderung akan tertarik kepada siswa yang bersikap dan berprilaku baik. Lumrah, kalau guru akan membenarkan saja jawaban siswa yang sedikit salah dalam ulangan karena sikap dan prilaku siswa yang baik. Guru tidak akan ‘pelit’ memberi nilai. Sikap dan tingkah laku siswa termasuk unsur penilaian dalam pendidikan.
4.Rajin mengerjakan tugas atau pekerjaan rumah.
Kesalahan yang umum dilakukan siswa adalah kemalasan mengerjakan tugas dan pekerjaan rumah yang diberikan oleh guru. Pertama sekali yang dilihat guru adalah,  apakah tugas yang diberikan ada dikerjakan siswa atau tidak. Guru belum melihat apakah yang dikerjakan siswa, benar atau salah. Nah, jika semuanya dikerjakan dan ternyata pekerjaan siswa benar, peluang emas bagi siswa untuk mendapat nilai yang memuaskan.
5.Aktif dalam kegiatan belajar.
Guru akan menandai siswa yang aktif dalam belajar di ruang kelas. Keaktifan siswa dalam belajar ditandai dengan aktivitas siswa, baik bertanya maupun menjawab pertanyaan lisan yang diajukan oleh guru.
6.Memiliki motivasi yang tinggi.
Untuk menjadi siswa berprestasi perlu adanya motivasi atau dorongan semangat yang tinggi untuk belajar dan meraih prestasi. Oleh sebab itu siswa perlu meningkatkan motivasi belajar sendiri. Faktanya, jarang ada siswa yang rendah motivasi belajarnya akan mendapat juara di kelas.
7.Menguasai cara belajar yang efektif.
Siswa yang menguasai cara belajar efektif akan mudah untuk mencapai hasil belajar yang memuaskan. Termasuk di dalamnya bagaimana cara menghadapi ujian kenaikan kelas. Nilai ujian kenaikan kelas memiliki prosentase yang lebih besar dari unsur-unsur penilaian yang lain.
8.Taat beribadah.
Siswa yang taat beribadah kepada Allah SWT akan selalu berdoa untuk kesuksesan dirinya dalam menggapai hasil belajar yang baik. Mereka memiliki keterkaitan spiritual yang kuat dengan Yang Maha Kuasa.
 
sumber : matrapendidikan.com

Pelajar Indonesia Raih Prestasi di Olimpiade Fisika Asia

BOGOR, KOMPAS.com -- Tim Indonesia meraih prestasi gemilang dalam ajang Asia Physics Olympiad (APhO) 2013 yang dilaksanakan di Bogor, Jawa Barat. Tim pelajar Indonesia menyumbangkan 2 medali emas, 2 medali perak, 2 medali perunggu, dan 2 honourable mention.
Dalam acara penutupan di Bogor, Sabtu (11/5/2013) malam, Himawan Wicaksono Winarto dari SMA Katolik St. Agustinus, Malang (Jawa Timur), dinobatkan sebagai absolute winner. Ia meraih satu medali emas dan juga gelar best male participant serta gelar terbaik dalam tes eksperimen.
Selain itu, Josephine Monica dari SMAK Penabur Gading Serpong meraih gelar best female participant dan mendapatkan 1 medali emas.

Dua medali perak disumbangkan oleh Kristo Nugraha Lian (SMAK Penabur Gading Serpong) dan Aryani Paramita (SMAK 3 Penabur Jakarta). Selain itu, dua medali perunggu diraih oleh Andramica Priastyo (SMA Taruna Nusantara Magelang) dan Justian Harkho (SMA Santo Petrus Pontianak).
Adapun honourable mention  diraih oleh Ryan Vitalis Kartiko (SMA Katolik Rajawali Makassar) dan Fidiya Maulida (SMAN 1 Pamekasan).

sumber : kompas.com

Memasyaratkan Ilmu Astronomi Melalui Ajang OSN

     Potensi besar para siswa bidang astronomi di ajang OSN, tak perlu diragukan lagi. Prestasi gemilang pun sudah didapat di ajang Olimpiade Astronomi Internasional. Untuk itulah para pembina, guru sekolah, dan siswa begitu giat meningkatkan kualitas dan mendorong diri mereka untuk maju. Tak heran kalau bidang astronomi OSN 2014 diharapkan kembali menemukan bakat-bakat besar.

     Sejak teknikal meeting sudah terlihat jelas para siswa bidang astronomi diarahkan dengan ketat. Para peserta OSN akan mengerjakan soal berformat sejenis dengan ajang olimpiade. "Akan ada 3 ronde, teori, analisa data, dan  praktik observasi. Ujian teori dilakukan tersendiri, tapi ujian analisa data dan praktik observasi dilakukan secara pararel. Dalam praktik observasi  siswa diuji menggunakan teleskop dan beberapa soal. Ujian observasi dilakukan secara bersamaan dengan ronde analisis data," jelas Dr. Hakim L. Masalan, M.Sc. Para siswa akan melakukan ujian analisa data selama 4 jam. Secara bergantian mereka akan melakukan ronde observasi selama 15 menit.

    Dalam pelaksanaan ujian, karena satu kendala teknis, ujian outdoor yang semula dilakukan di sebuah lapangan terbuka di Universitas Mataram, terpaksa dilakukan indoor. "Bahan ujiannya otomatis diganti, tapi tetap menggunakan teleskop dan melihat sebuah obyek," jelas Hakim.

     Menurut Hakim meski tak ada  pelajaran astronomi di sekolah, prestasi jebolan OSN selalu membanggakan. "Anak-anak kita selalu diperhitungkan sejak ikut Olimpiade. Astronomi 2004. Tanpa pembimbing pun mereka sudah berprestasi. Tidak adanya astronomi di sekolah itulah yang membuat kenapa kita tidak bisa seperti Iran misalnya yang selalu memperoleh emas. Mereka ada pelajarannya di sekolah," ulas Hakim. Harapan Hakim serta para pembina olimpiade astronomi, para pelajar mesti didorong untuk mempelajari astronomi sejak mereka muda. Karena pada hakikatnya astronomi adalah sains.

     Melalui ajang OSN, Hakim dan para pembina melakukan sosialisasi atau pengenalan. Menurutnya sejak tahun 2006 astronomi kian populer. Terbukti makin banyaknya klub astronomi di sekolah-sekolah. Ini menunjukan bahwa animo anak muda makin tinggi. "Tantangannya adalah kita harus juga bisa menyediakan lembaga pendidikan untuk mereka."

    Mentoring atau tutorial dianggap penting untuk para siswa. "Meski astronomi populer, tapi penyebarannya belum merata. Masih yang dekat dengan pusat yang mengenal astronomi. Beberapa propinsi yang sukses di OSN bidang astronomi seperti di Jawa Tengah memanfaatkan alumninya untuk memberi bimbingan. Menjelang OSN mereka melakukan pelatihan," terang Hakim. Ada juga sekolah yang memanfaatkan alumni OSN untuk mensosialisasikan astronomi di sekolah mereka dalam acara career day. Mereka memperkenalkan profesi astronomi bagaimana jenjang kariernya.

     Melalui sosialisasi seperti inilah orang menempatkan astronomi di tempat yang benar.
    "Justru tak banyak orang yang tahu astronomi berkaitan dengan penentuan hilal 1 Ramadhan. Astronomi selalu ditempatkan sebagai perhitungan zodiak. Dengan hal-hal yang masih superstisious."

     Menurut Hakim dibalik OSN  sebenernya terbuka kesempatan untuk guru-guru meningkatkan kemampuan mereka. Sebagian sudah dilakukan tapi sifatnya masih top down dari direktorat. "Kami mengharapkan bottom up."  Semoga di ajang Olimpiade Astronomi Internasional makin banyak
menuai emas.
 
Sumber : kemdikbud.go.id